Singing Horses

This "Singing Horses" is under Owl City blog copyright © 2011. All rights reserved

A Little Bit About Myself

| Sunday, November 28, 2010 | 0 comments |
Hello world :)
Thanks for visiting my blog here, i'm very happy :D

Okay, I want to introduce a little bit about myself with you all, let's begin

Hey, Nisa R Aulia here, now i'm schooling in 2 Junior High at grade 9. We call our class 9Fantastic.
For  now, National Geographic is my life. So my life is like something interesting, somewhat quiet surprising, or something else.
And, I want to tell you something that I like and love
First, I am an Chocolate addict. If you give me a chocolate, I would very pleased, hahaha
Second, I am an National Geographic Fans. If you give me some magazine of National Geographic, I would say you know what I want :D
Third, I am an National Geographic: Super Factory Fans. If you could give me some review that include the detail of it's machine or something that including the manufactured cars, I would very happy to listen it for an hour
Fourth, I am an Musicaholic. If you could give me an iPod, oh sorry, I can't say anything anymore (but who wan't to give me an iPod? Hahaha)
Fifth, tell something that I love: Playing football, Games Addict, Apple Gadget Addict, and many more that I can't tell one by one, hehe
Warning: Don't do this to me, if you do this, you can have a great anger from me, because, I HATE IT ALL OF MY LIFE! This is the thing that you can't do it to me!
1. Give me cockroach, IT CAN MAKE ME FEEL SO ANGRY!
2. Give me a crab, it can make a loud noise from me
3. Don't make me waiting
4. Don't hide something that was mine
5. Make me in a badmood X(
6. Don't bothering me if I'm badmood stage 5, it can make me feel so stressed.
So, don't do the thing I was write up there okay?

Now, I want to tell a little bit of someone I love from I was at grade 7
I give you the list okay?
7th Grade:
1. FAN
2. AAR
3. RDP
4. JA
8th Grade:
1. MN
2. IS
3. AIM
4. JA
5. EP
6. NM
9th Grade:
1. JA
2. MZ
3. ST
4. AP
5. RA

Okay, it's the list of my beloved person for now, maybe I can add some more if I love anybody :D

Nah, that's all for now, it's a little bit of myself, hope you can know something from me :)

MINDistortion Games: 60 Second Life

| | 0 comments |
60 Second Life

Review: On this games, you must collect some love, friends, money or hobby. And you must read the review of your game after collecting some of them

National Geographic: Planet Seperti Bumi (Mungkin) Ditemukan Tahun 2011

| Saturday, November 27, 2010 | 0 comments |
Berdasarkan seluruh data yang sudah masuk dan sudah dianalisis, dua profesor asal Harvard dan University of California, Santa Cruz, memprediksi penemuan planet yang bisa dihuni seperti Bumi akan terjadi pada tahun 2011. Mereka bahkan bisa lebih spesifik: Mei 2011.

Mereka memprediksi itu menggunakan hitungan matematika yang sangat rumit, menggunakan berbagai variabel dan melibatkan banyak rumus. Semua itu untuk menghitung berbagai data mengenai seluruh planet hasil observasi Kepler milik NASA. Hasil perhitungan itu menghasilkan sebuah nilai yang mereka sebut dengan "habitality metric" yang mewakili temperatur dan massa planet sehingga mampu dihuni oleh manusia.

Berdasarkan metrik yang dibuat, mereka mengetahui kalau sebagian besar planet yang sudah ditemukan kebanyakan berupa gas, sementara beberapa planet lain merupakan bebatuan es. Berdasarkan statistik, menurut para peneliti, sepertinya tidak lama lagi manusia akan menemukan planet seperti Bumi yang dapat dihuni. "Menurut statistik dan analisis seluruh data mengenai penemuan planet, kami memprediksi planet yang dapat dihuni akan ditemukan pada paruh awal tahun 2011, tepatnya awal Mei 2011," tulis Profesor Samuel Arbesmans dan Profesor Gregory Laughlins pada jurnal mereka.

National Geographic: Isi Baterai Ponsel Dengan Menelepon?

| | 0 comments |
Ilmuwan asal Korea membuka kemungkinan semakin banyak ponsel dipakai menelepon, bukannya semakin habis baterainya, tetapi justru semakin terisi. Semua itu karena mereka berhasil membuat material yang bisa mengubah suara menjadi listrik. Bukan hanya dipakai untuk ponsel, ide besar mereka adalah membuat sebuah jaringan listrik bertenaga suara yang berasal dari kebisingan lalu lintas.

Bahan dasar untuk membuat material pengubah suara dari listrik adalah piezoelectric yang bisa didapat di tebu gula dan kuarsa. Piezoelectric yang sudah biasa dipakai di berbagai peralatan sehari-hari, misalnya speaker, menghasilkan listrik ketika dibengkokkan. "Speaker mengubah listrik menjadi suara, kami mencoba hal yang sebaliknya," kata Young Jun Park dan Sang-Woo Kim, dua peneliti yang terlibat dalam studi.

Selama beberapa tahun terakhir ini, para ilmuwan sudah mencoba menghasilkan listrik dari berbagai perangkat piezoelectric dan perkembangan mereka luar biasa. Angkatan bersenjata Amerika Serikat malah tertarik untuk menghasilkan listrik untuk kendaraan dari pengaruh fisik akibat peluru. Hasil penelitian juga berhasil membuat listrik ketika orang berjalan atau berlari, dan sekarang berbicara.

Dengan menggunakan oksidasi seng, Young Jun Park dan Sang-Woo Kim, dibantu oleh beberapa rekan mereka, meletakkan kabel-kabel kecil yang diletakkan di antara dua elektroda. Mereka menembakkan gelombang suara dengan kekuatan 100 desibel, kekuatan yang mirip kekuatan suara konser musik rock. Listrik yang dihasilkan adalah 50 milivolt. Asal tahu saja, untuk beroperasi, sebuah ponsel butuh beberapa volt, berkali-kali lipat dari listrik yang berhasil didapatkan pada penelitan. Sudah begitu, suara orang berbicara di telepon biasanya berkisar antara 60 hingga 70 desibel.

Para peneliti Korea itu sadar 50 milivolt adalah listrik yang sangat kecil. Tapi, mereka juga menyebutkan kalau penelitian ini bisa jadi bukti kalau suara bisa dijadikan listrik. Sekarang penelitian mereka berlanjut untuk menghasilkan listrik yang lebih besar.

National Geographic: Astronom: Ini Planet yang Sungguh Bisa Ditempati

| | 0 comments |
Astronom dari W.M. Keck Observatory, Hawaii, menemukan sebuah planet yang benar-benar bisa dihuni manusia. Planet yang disebut Gliese 581g tersebut berjarak 20 tahun cahaya dari bumi dan mengelilingi bintang bernama Gliese 581.

Sudah beberapa kali astronom menemukan planet yang mirip dengan Bumi. "Akan tetapi, ini planet pertama yang 'Glodilock'," kata astronom Paul Butler. "Glodilock" berarti tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Astronom asal Carnegie Institution for Science di Washington D.C. itu menambahkan kalau jarak planet ini ke mataharinya sangat pas untuk memiliki air di permukaan--sebuah elemen alam yang penting untuk menopang kehidupan manusia.

Gliese 581g, yang besarnya tiga kali Bumi, merasakan terang yang abadi di satu sisi, sementara sisi lain selalu gelap. Para ilmuwan memperkirakan kalau ada alien yang hidup di sana, mereka akan hidup di perbatasan antara terang dan gelap. Di planet itu, para ilmuwan menambahkan, orang bisa melihat matahari di horizon, seperti sedang terbit atau tenggelam, sepanjang waktu.

Gliese 581g bukanlah satu-satunya planet yang mengelilingi Gliese 581. Para astronom telah menemukan enam planet lain lebih dulu. Beberapa planet yang lebih dulu ditemukan ini sempat disebut bisa dihuni. Akan tetapi, setelah penelitian lebih lanjut, planet-planet tersebut sulit dihuni. Contohnya adalah Gliese 581c yang pada tahun 2007 dianggap bisa ditempati. Ternyata, jarak planet tersebut ke mataharinya terlalu dekat sehingga temperatur di sana terlalu tinggi. Gliese 581d butuh atmosfer yang lebih tebal agar bisa menghangatkan planet.

National Geographic: Demi Keamanan, Orang Bakal Dilarang Mengemudi

| | 0 comments |
Di masa depan, dengan alasan keamanan, orang akan dilarang untuk mengemudi oleh peraturan lalu lintas. Mobil-mobil di masa itu mampu membawa penumpangnya tanpa perlu disopiri. Demikian diungkapkan oleh Raul Rojas, seorang profesor dari Free University (FU), Berlin, Jerman.

Rojas, yang tengah mengembangkan mobil tanpa pengemudi bersama timnya dari FU, memprediksi kalau 10 tahun lagi, mobil seperti ini akan digunakan di area terbatas, seperti bandara, pabrik, atau gudang. "Selanjutnya,10 sampai 20 tahun lagi, mobil tanpa pengemudi mulai dioperasikan di jalan tol. Lalu, 20 hingga 30 tahun lagi, di seluruh kota," kata ilmuwan berdarah Meksiko tersebut.

Mobil yang dikembangkan FU disebut Made In Germany (MIG). Mobil ini memanfaatkan kamera, pemindai laser, sensor panas, dan navigasi satelit untuk beroperasi--melihat kendaraan lain, pejalan kaki, dan mematuhi aturan lampu lalu lintas. FU mengatakan kalau sistem seperti ini lebih baik daripada orang yang kehilangan konsentrasi saat mengemudi.

MIG diuji coba di Bandara Tempelhof, sebuah bandara di Jerman yang sudah tidak dipakai lagi. MIG tampak seperti Volkswagen Passat biasa, hanya saja dilengakpi kamera. Pada saat pengujian, MIG membawa orang sebagai penumpang. Tapi tim dari FU memastikan kalau orang tersebut tidak ikut campur dalam pengujian. Penumpang cuma untuk mengantisipasi apabila ada masalah yang tidak terprediksi.

Google juga baru membuat mobil serupa. Mobil dari Google telah dicoba untuk berjalan sepanjang 225.000 kilometer di San Fransisco, Amerika Serikat. "Pembuatan mobil tanpa pengemudi ini sekarang jadi balapan global!" kata Rojas.

Menurut data WHO, lebih dari satu juta orang, di seluruh dunia, meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, korban luka-luka lebih dari 50 juta orang.

National Geographic: Angin Surya Jadi Sumber Listrik Untuk Bumi

| | 0 comments |
Angin surya (solar wind) bisa jadi sumber listrik bagi peralatan luar angkasa. Itu berita lama. Akan tetapi, ketika para ilmuwan di Washington State University ingin mencoba menggunakannya sebagai sumber listrik untuk kehidupan di Bumi, itu berita baru.Sebuah layar berukuran sangat besar dikirim ke angkasa luar untuk memanen energi dari angin surya yang terjadi di luar angkasa. Listrik yang didapat bisa mencapai miliaran gigawatt. Yang jadi masalah adalah cara mengirimkan listrik itu ke Bumi.

Layar tersebut memiliki kabel tembaga berdiameter 4 inci dan diarahkan ke matahari. Kabel yang panjangnya antara 980 kaki hingga setengah mil itu menghasilkan medan magnet untuk menangkap elektron yang dihasilkan oleh angin surya.Partikel itu kemudian disalurkan ke sebuah penerima yang akan menghasilkan arus listrik.

Sejumlah listrik yang berhasil ditangkap dipakai untuk menenagai layar. Sejumlah lainnya digunakan untuk menghasilkan laser inframerah yang diarahkan ke stasiun luar angkasa atau sumber listrik di Bumi.

Masalahnya, layar tersebut berlokasi puluhan juta mil dari Bumi, melewati kemampuan jangkauan sinar laser. Bahkan sinar laser yang paling kuat pun akan tercerai berai pada jarak seperti itu. "Laser akan terburai dengan lebar ribuan mil," menurut John Mankins, Presiden Artemis Innovation, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang tenaga surya. Seperti dikutip New Scientist, Mankins mengatakan kalau lensa yang sangat besar dibutuhkan. "Mungkin 10 hingga 100 kilometer panjangnya," kata Mankins.

Tim peneliti pun mengaku mereka harus membuat laser yang lebih fokus sebelum satelit dengan layar itu dapat digunakan. Tapi, ide penelitian ini sangat penting untuk digali lebih dalam.