Singing Horses

This "Singing Horses" is under Owl City blog copyright © 2011. All rights reserved
Showing posts with label National Geographic. Show all posts
Showing posts with label National Geographic. Show all posts

Tidak Semua Dinosaurus Punah 700.000 Tahun yang Lalu

| Friday, February 25, 2011 | 0 comments |
Bukti berupa fosil menunjukkan kalau ada dinosaurus yang selamat setelah kepunahan massal 700.000 tahun yang lalu.

Tim peneliti Universitas Alberta, Kanada, berhasil memperkirakan umur fosil dinosaurus yang terdapat di New Mexico. Dikatakan, Fosil tulang paha hadrosaurus berasal dari era 64,8 juta tahun yang lalu. Tim peneliti University of Alberta, Kanada, menarik kesimpulan itu setelah melakukan analisis.

Hasil ini mengejutkan sebab selama ini ilmuwan percaya bahwa dinosaurus punah antara 65,5-66 juta tahun lalu. Jika temuan ini benar, hal tersebut membuktikan bahwa hadrosaurus masih berhasil selamat dari kepunahan massal.

Selama ini, dipercaya bahwa kepunahan dinosaurus terjadi akibat terhalangnya cahaya matahari oleh serpihan debu hantaman asteroid. Akibatnya, iklim berubah secara ekstrem. Vegetasi dan populasi pun punah.

Dengan hasil temuan fosil hadrosaurus ini, Heaman berpendapat perubahan iklim tidak menyapu bersih semua vegetasi. Masih terdapat vegetasi yang bertahan sehingga memungkinkan hadrosaurus untuk hidup.

Heaman juga mengatakan perlunya mengeksplorasi telur-telur yang bertahan dalam lingkungan ekstrem tersebut. Ia mengungkapkan, jika hasil penelitian ini benar, maka teori tentang waktu kepunahan dinosaurus perlu direvisi. Hasil penelitian ini dpublikasikan di jurnal Geology terbaru yang terbit tanggal 26 Januari 2011.

Penangkap Anti-Materi Terbesar Sedang Dibangun

| | 0 comments |
Para ilmuwan sedang membangun penangkap anti-materi yang dapat menampung hingga triliunan partikel tersebut.

Anti-materi masih memancing rasa ingin tahu para ilmuwan untuk mempelajarinya. Namun masalahnya, setiap kali anti-materi bersentuhan dengan materi, keduanya akan saling meniadakan. Sehingga apapun wadah atau botol yang terbuat dari materi yang digunakan untuk menangkap anti-materi, akan hancur bersama contoh anti-materi yang coba dimasukkan ke dalamnya.

Inilah yang memacu Clifford Surko, ahli fisika dari University of California, San Diego, untuk bekerja keras mengatasi masalah tersebut. Bersama koleganya, ia membangun sebuah alat yang mereka sebut sebagai penangkap positron rendah-energi, yaitu alat yang bisa menyimpan hingga triliunan partikel anti-materi sekaligus.

"Kami sedang berusaha untuk mengumpulkan triliunan, bahkan lebih, positron dalam sebuah penangkap "multisel" baru yang terdiri atas susunan botol-botol magnetik yang serupa dengan hotel yang memiliki banyak kamar dimana setiap kamarnya berisi sepuluh milyar anti-partikel," terang Surko.

Kunci pembuatan "hotel" tersebut terletak pada penggunaan medan listrik dan magnetik, alih-alih menggunakan materi, untuk membangun tembok "botol" anti-materi. Dengan begitu, diharapkan "botol" tidak hancur dan dapat menangkap serta menyimpan anti-materi dengan baik sehingga para ilmuwan dapat mempelajarinya dalam waktu lebih lama.

Anti-materi seperti layaknya bayangan cermin dari materi. Dari setiap partikel materi, misalkan elektron, diperkirakan ada sebuah partikel anti-materi -- dalam hal ini adalah positron-- dengan massa yang sama namun dengan muatan yang bertolak belakang.

Anti-materi sebenarnya bukan hal baru karena sudah diterapkan pada teknologi medis seperti pemindai PET (Positron Emission Tomography). Pada saat seorang pasien menjalani pemindaian PET, ia akan disuntikkan molekul pelacak radioaktif yang memancarkan positron saat molekul itu membusuk. Positron ini akan bersentuhan dengan elektron dalam tubuh kemudian saling meniadakan dan memancarkan dua foton sinar gamma. Foton sinar gamma inilah yang akan terdeteksi oleh pemindai yang akan memproses dan menghasilkan citra 3-D dari kondisi di dalam tubuh.

Ramalan Edison yang Jadi Kenyataan dan yang Meleset

| | 0 comments |
Ratusan tahun yang lalu, Thomas Alva Edison meramalkan beberapa teknologi yang akan mengubah dunia. Penemu kelahiran Amerika 11 Februari 1847 tersebut menyebutkan beberapa hal seperti pesawat terbang yang benar-benar ada saat ini. Tapi, beberapa ramalan lain, seperti buku yang terbuat dari nikel, tidak jadi kenyataan. "Benar-benar keliru," kata Paul Israel, direktur dan editor umum Thomas A. Edison Papers Project dari Rutgers University di New Jersey.

Buku dari Nikel
Edison mengiria kalau nikel merupakan bahan yang lebih fleksibel, lebih murah, dan lebih kuat daripada kertas. "Ia belum tahu hal yang disebut 'tinta digital'," kata Israel.

Mesin Pekerja
Jadi, pesawat terbang adalah satu hal yang jadi kenyataan dan buku dari nikel adalah ramalan Edison yang meleset. Tahun 1911, Edison berkata kepada Cosmopolitan kalau ia yakin mesin akan membuat bagian-bagian dari suatu benda dan merakitnya. "Tidak hanya membuat bagian tersebut untuk dirakit oleh manusia," kata Edison.

Saat ini, mesin mengerjakan pekerjaan manusia sudah biasa dan proses pergantian itu berlangsung cepat. Demikian jelas Israel.

Telepon pintar
Dalam artikel di Cosmopolitan tahun 1911, Edison pernah berkata, "Akan tiba saatnya telepon menyebutkan nama atau membisikkan kutipan dari pasar obat-obatan."

"Melihat ponsel-ponsel pintar saat ini, mudah membayangkan hal itu bisa dilakukan. Orang bisa membuat sebuah aplikasi," jelas Israil.

Beton Bertulang untuk Semua
Tahun 1911, Edison berkata, "Manusia itu gila karena membangun rumah dengan bata dan baja, bukannya menggunakan beton yang diikat dengan batang baja bertulang."

Edison mengatakan kalau bangunan dengan beton bertulang akan tahan selamanya. "Tahun 1941, seluruh konstruksi akan menggunakan beton bertulang, mulai dari rumah sampai pencakar langit," prediksi penemu yang memegang 1.093 paten di Amerika Serikat.

Akan tetapi, sejak akhir Perang Dunia II, sebagian besar arsitek membuat gedung tinggi dengan rangka baja dan kaca, ketimbang beton bertulang baja.

Tak Ada Lagi Furnitur Kayu
Edison berkata kepada Cosmopolitan kalau furnitur dari baja akan sepenuhnya menggantikan furnitur dari kayu. Menurut Edison, substitusi itu disebabkan aluminium lebih ringan dan lebih murah daripada kayu serta dapat dipoles sehingga menjadi imitasi kayu.

Tahun 1920-an dan 1930-an, perusahaan furnitur mulai menggunakan baja secara besar-besaran untuk furnitur kantor. Untuk rumahan, kayu tetap bahan utama.

Kereta Listrik
Kereta listrik adalah salah satu ramalan Edison. Kepada Cosmopolitan, penemu itu mengatakan kalau kincir air akan menghasilkan listrik untuk kereta di negara-negara bagian yang memiliki kelimpahan air.

Alkimia Semakin Sempurna
Para ahli alkimia, demikian pula Edison, bermimpi mengenai emas buatan. Tahun 1911, penemu lampu pijar itu berkata, "Tinggal tunggu waktu saja sampai Amerika Serikat membuat emas."

Edison bisa dibilang benar. Para ilmuwan telah mampu memanipulasi ataom untuk membuat emas sintetsis dan sekarang tengah menjadi proyek di Lawrence Livermore Laboratory. "Sekarang bukan hal yang aneh karena kita sudah membuat material-material aneh lain juga," kata Israel.

Kemiskinan Dientaskan Teknologi
"Manusia mulai menggunakan otaknya. Kemiskinan mulai berkurang," kata Edison kepada Cosmopolitan pada tahun 1911. Israel mengatakan, "Kemajuan teknologi dipercaya bisa memberikan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan. Tapi hal ini jelas tidak terjadi saat ini."

Sains Menghasilkan Pertanian Besar
Traktor dan alat bajak bertenaga baterai akan menggemburkan tanah lebih cepat daripada kuda. Itulah salah satu perkembangan besar dalam mesin pertanian. Demikian menurut Edison. Ia juga mengatakan kalau pertanian akan terguncang oleh ilmu pengetahuan dan bisnis besar.

Israel mengatakan kalau itulah yang sekarang terjadi. Para petani kecil telah digantikan oleh bisnis pertanian besar.

Kedamaian Dunia
Gencatan senjata akan membawa revolusi sedunia dan kedamaian dunia. Demikian Edison mengatakan tiga tahun sebelum Perang Dunia I. "Tentu saja hal itu tidak terjadi," kata Israel. (National Geographic News)

Limbah Bir Bisa Jadi Sumber Energi

| | 0 comments |
Peneliti dari perusahaan biomassa BMP Biomasse Projekt di Jerman, Wolfgang Bengel, mengemukakan inovasi baru untuk mengubah "limbah", sisa dari pengolahan bir dan memanfaatkannya sebagai sumber energi.

Satu problem yang dihadapi pabrik-pabrik tempat pembuatan bir sepanjang waktu adalah ratusan ton butir gandum yang tersisa di akhir proses brewing (pemasakan bir). Biasanya, butiran gandum itu dijual kepada para petani yang lantas menggunakannya sebagai pupuk bagi ladang mereka.

"Kita sudah sampai pada kondisi di mana sekarang ini pabrik-pabrik bir bahkan perlu membayar untuk pembuangan tersebut," ungkap Bengel. Ia kemudian menangkap peluang bisnis sekaligus jalan keluar atas masalah ini.

Perlu diketahui sebelumnya, ada energi intensif serta masif dikeluarkan dalam proses brewing. "Bayangkan saja. Anda mendidihkan sesuatu, dengan air panas dan uap, pula tenaga listrik untuk mendinginkannya, sebanyak apa energi yang dikeluarkan?" jelas Bengel. 

Biji gandum basah bersama air kotor yang dimasukkan ke dalam fermentor, akan bercampur bakteri tertentu. Bakteri berfungsi memecah senyawa organik dan memproduksi metana. Biogas dialirkan ke luar fermentor lalu dipanaskan untuk merebus air, hasilnya adalah uap bertekanan tinggi yang nantinya dapat dipergunakan menggerakkan kincir-kincir turbin pemasok energi. 

Bengel menekankan, dengan mengaplikasikan proses sebagaimana disebutkan itu, bakal terjadi efisiensi energi yang cukup signifikan. "Sebesar hampir 60 persen dari total energi yang dikeluarkan di dalam pembuatan bir bisa kembali," katanya yakin.

Otak Manusia Terus Menyusut

| | 0 comments |
Otak manusia menyusut seiring perkembangan lingkungan sosialnya yang semakin kompleks.

Profesor David Geary, psikolog dari University of Missoury bersama koleganya yang telah mempelajari evolusi ukuran tengkorak manusia berusia 1,9 juta sampai 10 ribu tahun lalu, menemukan bahwa ukuran otak menyusut sejalan dengan semakin meningkatnya kepadatan populasi.

Hipotesis yang mereka gunakan adalah semakin banyak manusia yang tinggal bersama secara berdekatan, maka semakin banyak pertukaran yang terjadi dalam kelompok, semakin rapi pembagian fungsi kerja, dan semakin kaya serta beragam interaksi diantara sesama manusia. "Saat masyarakat dengan tatanan sosial yang makin kompleks muncul, otak mengecil karena manusia tidak perlu sepintar sebelumnya untuk bertahan hidup," kata Geary seperti dikutip AFP.

Hipotesis Geary dan timnya itu sesuai dengan hasil penelitian yang mengungkapkan otak manusia menyusut selama 30 ribu tahun terakhir. Ukuran rata-rata otak manusia modern--Homo sapiens--menurun sekira 10 persen selama periode itu dari 1.500 menjadi 1.359 centimeter kubik, seukuran sebuah bola tenis. Pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan tengkorak yang ditemukan di Eropa, Timur Tengah, dan Asia itu juga menemukan otak wanita yang lebih kecil dari rata-rata ukuran otak pria pun mengalami penysutan dalam jumlah yang sama.

Meski begitu, ahli antropologi tidak terlalu terkejut dengan fenomena penyusutan otak manusia. Pasalnya, menurut mereka, ukuran otak berkaitan erat dengan ukuran tubuh. Semakin besar dan kuat tubuh manusia, semakin besar ukuran otak untuk mengontrolnya.

Para antropolog merujuk pada manusia Neanderthal "sepupu" manusia modern yang tubuhnya jauh lebih besar, memiliki otak yang juga lebih besar. Begitu pula manusia Cro-Magnon -- yang membuat lukisan binatang besar di gua Lascaux 17 ribu tahun lalu -- yang tubuhnya lebih kuat dibandingkan pendahulunya. Menurut Geary, karakteristik itu memang diperlukan dalam menghadapi lingkungan yang penuh bahaya.

Namun penyusutan otak bukan berarti manusia modern lebih bodoh daripada leluhurnya. "Ini justru menunjukkan bahwa otak manusia modern berkembang dengan cara yang berbeda serta memiliki bentuk kecedasan yang lebih rumit," simpul Brian Hare, asisten profesor antropologi dari Dukue University. 

Lapan Tentukan Lokasi Peluncuran Satelit

| | 0 comments |
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menetapkan tiga titik lokasi paling cocok untuk peluncuran roket pembawa satelit yang sedang dikembangkannya. Ketiga daerah yakni Tanjung Komang, Kiyoyo, dan Tanjung Laboho. Seluruhnya berada di Bengkulu.

Daerah tersebut dipilih karena jauh dari pemukiman penduduk yang berada di utara Pulau Enggano dan dekat dengan permukaan laut. "Lokasi disepakati berada pada ketinggian 20 meter dari permukaan air laut, sehingga aman dan efektif bagi peluncuran," kata Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu Winarkus, di Bengkulu, pekan lalu. Menurutnya, penetapan lokasi itu atas persetujuan bersama Balai Penelitian Pengembangan, Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, Dishubkominfo, dan BKSDA Bengkulu.

Lahan yang dibutuhkan untuk peluncuran cukup dengan luas satu hektare ditambah lahan penyangga sebagai daerah pengaman sekitar 200 hektare. 
Lahan di Tanjung Laboho termasuk kawasan taman buru yang dilindungi sehingga Balai Konservasi Sumber daya alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu perlu menerbitkan rekomendasi. Di dalam rekomendasi tersebut disebutkan bahwa jalur di dalam taman buru harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari Menteri kehutanan dan DPR.

Sebelumnya Ketua Bappeda Provinsi Bengkulu Ir HM Nashsya mengatakan, lokasi itu tidak saja untuk satelit tapi juga untuk pengamanan wilayah Barat Pulau Sumatera. Winarkus mengatakan bahwa perakitan dan peluncuran roket akan dilakukan di Pulau Enggano. Selama ini perakitan dilakukan di Serpong Banten dan diluncurkan di Garut.

Satelit yang diluncurkan di Pulau Enggano itu beratnya sekitar 3,8 ton dengan target ke orbit polar, namun belum diketahui ketinggian daya jelajahnya. Biaya pembangunan tempat peluncuran roket sudah disiapkan oleh Lapan dan memerlukan dana sekitar Rp 40 triliun dan saat ini baru tahap survei awal.

"Hasil survei awal akan kita informasikan kepada mereka, nanti mereka akan melakukan pengkajian lebih mendetil, termasuk sosialiasi dengan masyarakat daerah itu," ujarnya.

Kepala Tata Usaha BKSDA Provinsi Bengkulu Supartono mengatakan, tim dari instansinya akan turun ke lokasi Enggano untuk mengecek lokasi yang disepakati sebagai lahan peluncuran roket Lapan.

Medan Magnet Matahari Mirip Tenunan yang Rumit

| | 0 comments |
Selama ini dari Bumi, Matahari kelihatan seperti suatu bola kuning raksasa yang amat menyilaukan. Sampai saat ini juga, foto-foto sang surya yang diambil satelit luar angkasa masih dua dimensi. 

Tapi, pada 6 Februari lalu, satelit Solar Terrestrial Relations Observatory (STEREO) milik NASA berhasil mengambil gambar Matahari secara tiga dimensi. STEREO dikirim ke dua posisi Matahari yang berlawanan, kemudian masing-masing mengambil foto dan kedua gambar itu lalu disatukan.

"STEREO menguak wajah fisik asli Matahari, bola plasma panas yang berpijar, dengan medan magnet mirip tenunan rumit," ujar Angelos Vourlidas, ilmuwan STEREO di Laboratorium Angkatan Laut, Washington, seperti dimuat situs NASA. 

Dengan mendapatkan gambaran utuh Matahari, diyakini akan dapat berperan dalam memantau cuaca di Bumi serta akan memajukan dinamika observasi para ahli terhadap Matahari. Misi mengambil gambar Matahari secara tiga dimensi ini memang telah dirintis sejak 2007.

STEREO yang dibangun dan didesain oleh para ilmuwan dari sejumlah negara seperti AS, Inggris, Prancis, Jerman, Belgia, Belanda, dan Swiss ini pada tahun 2009, berhasil pula mengambil gambar struktur letusan di korona Matahari(coronal mass ejections) yang diyakini bisa berakibat negatif bagi Bumi. 

Sementara ilmuwan Laboratorium Rutherford Appleton, Oxfordshire, Richard Harrison, menuturkan pada The Guardianbahwa hasil gambar STEREO akan mengubah persepsi orang terhadap Matahari. 

"Matahari, tidak seperti banyak dikira orang, sangat kompleks cara kerjanya," katanya.

Bau Ruang Antariksa Seperti Steak?

| | 0 comments |
Ruang angkasa ternyata memiliki bau yang kebanyakan bersumber dari bintang yang hampir mati. Campuran asap solar, logam panas, dan wangi barbeque, kira-kira seperti itulah bau dari ruang angkasa. Campuran bebauan dari bintang yang mati itu disebut dengan polycyclic aromatic hydrocarbons
Menurut Penemu dan Direktur Laboratorium Astrofisika dan Astrokimia, Pusat Penelitian Ames NASA, Louis Allamandola, molekul-molekul tersebut sepertinya berada di seluruh ruang angkasa. “Molekul tersebut juga melayang di sana selamanya, di dalam komet, meteor, dan debu angkasa,” tambahnya.Hidrokarbon itu bahkan disebut-sebut sebagai bentuk awal kehidupan di bumi ini. Karena itulah, hidrokarbon itu dapat ditemukan pada batu bara, minyak, dan bahkan makanan.
Astronaut seringkali melaporkan bahwa mereka mencium bau dari steik bakar setelah mereka berjalan di ruang angkasa. Walaupun manusia tidak bisa menghirup bebauan di ruang angkasa, saat astronaut berada di luar stasiun ruang angkasa, senyawa dan komponen antariksa menempel pada baju mereka dan ikut masuk ke dalam stasiun.
Bau ruang angkasa tercium dengan jelas saat tiga tahun yang lalu, NASA memerintahkan Steven Pearce, pembuat wewangian Omega, untuk kembali dan menciptakan bau yang cocok untuk simulasi.
Allamandola menjelaskan bahwa sistem tata surya kita baunya tajam dan pedas, karena kaya akan karbon dan rendah oksigen. Analoginya sama dengan mobil. Jika kekurangan oksigen di dalam mobil, maka akan terlihat jelaga hitam dan bau busuk. Bintang yang kaya oksigen tercium seperti arang yang terpanggang. Saat nanti kita dapat meninggalkan galaksi, baunya akan semakin menarik. Di dalam ruang angkasa yang gelap, molekul penuh debu, dari bau gula manis hingga bau telur busuk dan belerang akan tercium.

Ditemukan: Sistem Planet Baru Kepler-11

| | 0 comments |
Berdasarkan temuan sistem planet baru Kepler-11, muncul lagi informasi yang memperkuat gagasan akan adanya planet lain yang dapat ditinggali selain Bumi.

Teleskop milik NASA, Kepler, yang mengorbit di lintasan matahari, tepatnya di antara Bumi dan Mars, menemukan enam planet yang mengelilingi sebuah bintang seperti matahari yang berjarak 2.000 tahun cahaya dari Bumi. Sistem planet yang dinamakan Kepler-11 itu merupakan sistem planet terlengkap yang ditemukan selain sistem tata surya kita. Keberadaan Kepler-11 diumumkan pada Rabu (2/2).

Ahli eksoplanet dari Yale University, Debra Fischer berpendapat bahwa fakta terbaru ini kembali menegaskan adanya sebuah bukti kuat akan teori tentang kehidupan lain selain di Bumi. Para ilmuwan selama ini meyakini kemungkinan tersebut, dan dari waktu ke waktu terus berusaha mencari petunjuk untuk menemukan hunian baru.

Keenam planet terbentuk dari campuran batuan dan gas serta ada dugaan mengandung air. Ukuran keenam planet tersebut lebih besar dari Bumi. Planet terbesar diperkirakan sebesar Uranus dan Neptunus. Sementara jarak planet terdalam, Kepler 11-b, dengan bintangnya 10 kali lebih dekat dari jarak Bumi ke matahari. Jarak planet-planet lainnya, Kepler-11c, Kepler-11d, Kepler-11e, Kepler-11f, dan planet terluar Kepler-11g ke bintang hanya separuh dari jarak bumi ke matahari.

Penemuan ini menambah jumlah planet yang telah diumumkan menjadi 1.235. Sebanyak 68 di antaranya seukuran Bumi, 288 superbumi (sampai dengan dua kali ukuran bumi), 662 seukuran Neptunus, 165 seukuran Jupiter, dan 19 lainnya lebih besar dari Jupiter.

Dari seluruh planet baru yang ditemukan 54 di antaranya berada di zona yang mendukung kehidupan karena temperaturnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Dari ke-54 planet tersebut lima planet memiliki ukuran yang hampir sama dengan Bumi. Sedangkan 49 planet lainnya berukuran antara superbumi sampai lebih besar dari Jupiter.

Seluruh penemuan itu adalah hasil pengamatan yang dilakukan teleskop Kepler sepanjang 21 Mei sampai 17 September 2009 yang berhasil memantau 156 ribu bintang. Kepler sendiri hanya bisa memantau 1/400 bagian dari angkasa.

Kepler akan terus beroperasi menjalankan misinya sampai November 2012. Salah satu tujuannya adalah mencari planet-planet lain yang seukuran bumi, yang mengorbit bintang dan berada dalam zona mendukung kehidupan, serta memiliki air di permukaannya.

Mitos Seputar Ledakan Pesawat Antariksa Challenger

| | 0 comments |
Penyebab meledaknya pesawat luar angkasa Challenger 25 tahun yang lalu memang masih misteri. Mitos-mitos seputar bencana pesawat Challenger pun beredar.

Setelah seperempat abad telah berlalu sejak bencana ledakan pesawat Challenger. Kecelakaan ini merupakan bukti kalau teknologi canggih  pun masih berisiko. Kejadian pada 28 Januari 1986 ini menjadi salah satu sejarah kegagalan NASA paling besar. Padahal, sebelum Challenger, NASA telah berhasil meluncurkan pesawat ke luar angkasa sebanyak 24 kali.

Penyebab kecelakaan Challenger masih misteri sampai hari ini, sekitar 25 tahun setelah bencana. Seputar Challenger, muncullah mitos-mitos.

Ada mitos yang menyebutkan kalau Challenger meledak 73 detik setelah diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida. "Pesawat tidak meledak," tegas valerie Neal, kurator pesawat luar angkasa dari National Air and Space Museum di Washington D.C. Ia mengira mitos itu berasal dari uap yang memang berbentuk seperti ledakan. Pers menyebutnya sebagai ledakan. Bahkan orang-orang NASA sendiri pun kadang salah sebut.

Pada saat penelitian, penyebab asap itu agak rumit. Tangki bahan bakar Challenger rusak, menyebabkan hidrogen dan oksigen berbentuk cairan keluar. Ketika bahan kimia itu menyati, mereka membantuk bola api di udara. Pesawat itu sendiri masih utuh dan terus mengangkasa, tapi kemudian jadi tidak stabil.

Mitos lain yang muncul adalah anggapan kalau ketujuh kru Challenger--Michael Smith, Dick Scobee, Ellison Onizuka, Judith Resnik, Ronald McNair, Christa McAuliffe, serta Gregory Jarvis-- meninggal seketika. Sebab kematian memang belum diketahui secara persis, tapi banyak ahli mengatakan kalau mereka masih hidup ketika Challenger tercebur ke Lautan Atlantik dengan kecepatan 321 kilometer per jam. "Mereka masih mengenakan sabuk keselamatan saat ditemukan," jelas Neal. Laporan kesehatan NASA menunjukkan kalau ada kemungkinan para kru sudah tidak sadar saat momen terakhir. "Karena tekanan," demikian tertera pada laporan tersebut.

Momen terakhir Challenger disebut disaksikan secara langsung lewat televisi oleh jutaan orang. Nyatanya, ini mitos. Hanya sedikit orang yang yang melihat tragedi itu di televisi, lewat siaran yang diteruskan satelit NASA. Tidak banyak orang yang memiliki akses ke siaran televisi tersebut. Lagipula, jaringan televisi besar waktu itu tidak menyiarkan secara langsung peluncuran Challenger plus peluncuran dilakukan pada jam kerja.

Mitos seputar cuaca juga muncul. Cuaca dingin pada hari itu, di bawah nol derajat Celcius, disebut sebagai salah satu sebab. "Temperatur tidak masalah," kata Neal. Analisis mengindikasikan kalau suhu dingin jadi faktor. Tapi, faktor utamanya adalah bocornya tangki bahan bakar.

Minggu ini, di saat NASA memperingati genap 25 tahun bencana Challenger, armada-armada pesawat lain juga akan melakukan pendaratan sekali lagi di stasiun luar angkasa (space station). NASA berencana meluncurkan pesawat Discovery akhir Februari diikuti dengan pesawat Endeavour, yang sering disebut-sebut pengganti Challenger, di bulan April.

Prancis Tawarkan Satelit Non-Komersial untuk Indonesia

| | 0 comments |
Pemerintah Prancis menawarkan satelit nonkomersial untuk Indonesia yang dapat digunakan misalnya untuk meramalkan cuaca dan iklim.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kalau Prancis sangat akrab dalam peluncuran satelit. "Oleh karena itu, mereka menawarkan satelit-satelit nonkomersial, misalnya untuk ramalan cuaca untuk iklim ekstrem dan pertahanan," ujar Hatta di Jakarta, Jumat (25/2). Tawaran dilakukan saat Hatta bertemu dengan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Industri Prancis Christine Lagarde dan delegasinya yang terdiri atas 40 pemimpin bisnis asal Prancis. 

Saat ini sekitar 100 perusahaan asal Prancis menanamkan modal di Indonesia. Mereka antara lain perusahaan Carrefour, perusahaan minyak Total, dan AXA Insurance. "Mereka membawa 40 pengusaha mulai Total sampai perusahaan yang baru ke Indonesia. Saya melihat ada optimisme dari Prancis untuk mendapatkan investasi yang cukup besar," ujar Hatta. 

Plastik Penghantar Arus Listrik

| | 0 comments |
Plastik di masa depan bisa menjadi penghantar arus listrik. Potensi penggunaannya pun amat luas.

Para peneliti di University of Queensland, Australia, berhasil melakukan eksperimen untuk membuat plastik sebagai penghantar listrik. Tim yang terdiri atas profesor Paul Meredith, profesor Ben Powel--keduanya dari University of Queenslad--dan profesor Adam Micolich dari University of New South Wales itu menggunakan teknik sinar ion dalam prosesnya.

Untuk mengubah plastik menjadi penghantar listrik, para peneliti itu menempatkan film logam tipis di atas lembaran plastik lalu menyatukannya pada permukaan polimer dengan menggunakan sinar ion. Metode ini ternyata dapat digunakan untuk membuat film plastik yang murah, kuat, lentur, serta memiliki kemampuan untuk mengalirkan arus listrik.

Teknik sinar ion sudah digunakan secara luas dalam industri mikroelektronik untuk menentukan daya konduksi semikonduktor seperti silikon. Namun upaya untuk menerapkan proses serupa pada film plastik yang dilakukan sejak 1980 baru bisa membuahkan hasilnya tahun ini.

"Kami telah berhasil menggunakan sinar ion untuk menyesuaikan sifat film plastik agar dapat menghantarkan listrik seperti halnya pada logam yang dipakai pada kabel listrik," terang Meredith. Selain itu, menurut Meredith, teknik sinar ion itu juga memungkinkan film plastik berfungsi sebagai superkonduktor serta mengalirkan arus listrik tanpa tahanan jika didinginkan sampai suhu tertentu.

Untuk mendemonstrasikan potensi penerapan materi baru ini, tim peneliti membuat termometer tahanan listrik yang sesuai dengan standar industri. Ketika dilakukan uji coba dan dibandingkan dengan termometer tahanan platinum berstandar industri, materi baru itu menunjukkan kualitas yang setara, bahkan lebih unggul.

Menurut Andrew Stephenson, salah satu anggota tim, penemuan ini sangat menarik karena kemampuan film plastik untuk mengalirkan atau menahan aliran arus listrik sangat akurat dan dapat disesuaikan. Ini berarti potensi penggunaannya yang sangat luas. 

Kursi Roda Berpengendali Pikiran

| | 0 comments |
Kursi roda yang dikendalikan oleh pikiran serta tungkai-tungkai bionik menjadi inovasi yang hangat dibicarakan dalam sebuah konferensi sains di Washington belum lama ini.
 
Kursi roda yang bisa digerakkan oleh sinyal-sinyal otak itu kini sedang dikembangkan oleh para ilmuwan dari Ecole Polytechnique Federale de Lausanne di Swiss (EPFL), dan sudah dibuat prototipenya.

Mesin pengganti organ yang lumpuh atau cacat yang dikendalikan pikiran memang sejak lama menjadi perhatian pada ilmuwan.

Dalam kesempatan konferensi tahunan American Assocation for the Advancement of Science (AAAS) di Washington, Profesor Todd Kuiken dari The Rehabilitation Institute of Chicago, yang juga pelopor bedah saraf, mengatakan kepada BBC bahwa inovasi selanjutnya adalah tungkai bionik yang mampu "merasakan". Selain itu, para peneliti juga sedang mengembangkan tungkai yang bisa merespons beberapa sinyal dari tubuh, dikenal dengan "pengenalan pola", yang merupakan awal bagi pembuatan jari-jari yang bisa digerakkan.

Dalam kesempatan konferensi AAAS tersebut, Profesor Jose del R Millan dan rekan-rekannya dari EPFL membawa dan mempraktikkan cara kerja kursi roda yang dikembangkannya. "Benda ini bisa membantu orang cacat dengan menggantikan beberapa fungsi motorik yang hilang," ujarnya.

Antilaser Pertama di Dunia Ditemukan

| | 0 comments |
Ilmuwan-ilmuwan di Universitas Yale, Amerika Serikat, telah membangun perangkat antilaser pertama di dunia, yakni sebuah perangkat yang tugasnya menyerap cahaya bukan memancarkan. Tim peneliti gabungan Douglas Stone serta Cao Hui ini benar-benar dapat menciptakan perangkat antilaser yang disebut penyerap sempurna koheren (coherent perfect absorber atau CPA).

Tulisan yang terbit dalam jurnal Science edisi Jumat (18/2), melaporkan penjelasan tentang teori di balik penemuan antilaser itu. Ditunjukkan bahwa alat tersebut dapat dibuat dengan menggunakan silikon. Silikon merupakan bahan semikonduktor yang paling umum. 

Para ilmuwan tersebut memperhitungkan bahwa; bila mereka memakai bahan penyerap cahaya seperti silikon dalam suatu lempeng, dan pada gelombang frekuensi tertentu, sorotan sinar dari dua laser identik ditemukan hingga saling memantul hingga akhirnya diserap ke dalam, maka lempeng tersebut akan dapat memerangkap si cahaya kemudian mengubahnya menjadi panas.

Sementara pada laser konvensional, yang pertama kali ditemukan pada 1960, cahaya laser berasal dari yang media pengumpul foton (cahaya). Biasanya bahan semikonduktor seperti galium arsenida untuk menghasilkan sinar terfokus dari gelombang cahaya dengan frekuensi dan amplitudo yang sama.

"Teori telah diuji pada eksperimen dan cocok," kata Douglas Stone. "Tak bisa kita mengharap yang lebih baik dari ini," tambahnya.
Stone berpendapat CPA satu hari dapat digunakan sebagai saklar optik, detektor dan komponen dalam komputer optik. Prinsip CPA juga dapat digunakan untuk menargetkan radiasi elektromagnetik ke daerah kecil di dalam jaringan manusia, baik untuk keperluan pengobatan atau pencitraan.

Penemuan ini bisa membuka jalan bagi teknologi baru dengan berbagai aplikasi mulai dari komputasi optik hingga radiologi.

Kota Bebas-Karbon Pertama di Dunia

| | 0 comments |
Sebuah rancangan pembangkit listrik tenaga surya masa depan akan menjadi penanda utama kota tanpa karbon pertama di dunia. Rancangan yang bernama Lunar Cubit itu sengaja dibuat untuk menandingi popularitas piramida Giza di Mesir.

Lunar Cubit merupakan salah satu peserta Land Art Generator Initiative, sebuah kontes rancangan instalasi seni publik yang juga berfungsi penuh sebagai pembangkit listrik tanpa polusi. Rancangan yang dibuat tim pimpinan Robert Flottemesch, insinyur senior pada Hudson Valley Clean Energy, New york, yang juga seorang seniman yang peduli pada energi terbarukan, itu berhasil menjadi pemenang pertama kontes.

Flottemesch bersama timnya merancang Lunar Cubit sebagai rangkaian piramida yang terdiri atas sebuah piramida besar sebagai pusat dan delapan piramida kecil yang mengelilingi sekitarnya. Semua piramida itu berfungsi untuk menangkap energi sinar matahari pada siang hari dan menyala pada pada malam hari. Uniknya, rangkaian piramida itu akan menyala sesuai—namun bertolak belakang—dengan siklus bulan. Pada saat bulan baru, semua piramida akan menyala, sementara ketika bulan purnama semua piramida justru akan padam.

Untuk menjalankan fungsinya sebagai pembangkit listrik, bagian luar piramida akan diselubungi panel surya. Sedangkan tepian sudutnya terbuat dari kaca dan silika amorf yang membuatnya tampak seperti batu akik yang dipoles dengan sempurna.

Setiap piramida dari kedelapan piramida kecil akan menghasilkan listrik sebesar 1,74 megawatt, cukup untuk memasok listrik ke 250 rumah. Energi surya tersebut disalurkan melalui kabel bawah tanah jaringan listrik untuk kemudian disalurkan ke ribuan rumah di sekitarnya.

Menurut rencana, Lunar Cubit akan dibangun di Masdar City, Uni Emirat Arab, yang merupakan kota metropolis bebas-karbon pertama di dunia. Meski belum ada kabar kapan pembangunannya dimulai, namun dapat dipastikan Lunar Cubit akan dikenali sebagai penanda utama Masdar City seperti Big Ben di London atau Empire State Building di New York.

10 Fakta Unik Thomas Alva Edison

| | 0 comments |
Tanggal 11 Februari 1847, Thomas Alva Edison, penemu terbesar sepanjang masa lahir. Pria jenius yang dijuluki Penyihir Menlo Park itu memegang 1.093 paten atas namanya. Ia juga penemu pertama yang menerapkan prinsip produksi massal pada proses penemuan sehingga menjadikannya seorang pebisnis handal.

Di antara berbagai kisah sukses pendiri General Electric itu terselip beberapa fakta menarik. Berikut ini kami sajikan 10 diantaranya.

Sulit mendengar, bukan tuli
Edison kerap kali disebut tuli. Padahal ia bukan sama sekali tidak bisa mendengar, namun memiliki kesulitan untuk mendengar secara sempurna. Penyebabnya berbeda menurut beberapa sumber. Ada yang menyebut karena demam ketika ia masih kecil serta beberapa kali infeksi bagian tengah telinga yang  tidak diobati. Ada  juga yang menyebutkan karena telinganya dipukul kondektur kereta api ketika laboratorium kimianya di gerbong barang terbakar.

Surat kabar di atas kereta pertama
Kegemaran Edison bereksperimen di gerbong kereta api membuatnya memiliki laboratorium di dalam gerbong barang meski akhirnya laboratorium itu terbakar. Edison kemudian membangun kembali laboratorium kimia dan percetakan di bagasi mobil. Dari sinilah ia mempublikasikan Grand Trunk Herald yang merupakan surat kabar pertama yang dipublikasikan di atas kereta.

Dot dan Dash
Edison memiliki 3 orang anak dari pernikahannya dengan Mary Stilwell. Dua orang anaknya diberi nama panggilan unik, Dot (Marion Estelle Edison) dan Dash (Thomas Alva Edison Junior), yang diduga diambilnya dari lambang yang digunakan dalam sandi Morse yaitu titik "." dan garis "-".

Melamar Mina dengan kode Morse
Setelah Mary Stilwell meninggal dunia, Edison bertemu Mina Miller yang adalah seorang anak penemu, Lewis Miller. Ia mengajari Mina kode Morse agar mereka dapat berkomunikasi secara rahasia dengan ketukan kode di tangan mereka. Suatu hari Edison bertanya kepada Mina: .- – ..- .-.. -.. -.- – ..- – .- .-. .-. -.- – . yang kemudian dijawab Mina dengan: -.- . … Tak lama kemudian, keduanya pun menikah.

Menolak disebut gagal
Edison memprotes sebuah surat kabar yang memuat judul berita utama: "Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala". Ia meminta judul berita itu diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Edison, surat kabar itu mengganti judul berita utamanya menjadi: "Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala"

Paten pertama yang gagal
Pada tahun 1869, di usianya yang ke-22, Edison memperoleh paten pertamanya untuk mesin perekam suara telegrafik yang dirancangnya untuk badan legislatif. Dengan alat itu, setiap anggota badan legislatif cukup menggerakkan satu tombol pada mesin yang akan merekam RUU yang dipilihnya. Sayangnya, alat tersebut ditolak badan legislatif karena cara kerjanya yang lambat.

Mesin tato
Pada tahun 1876, Edison mematenkan Stencil-pens, sebuah alat yang kemudian dimodifikasi Samuel O'Reilly untuk menjadi mesin tato pertama. Namun ia tetap dianugerahi penghargaan atas penemuan mesin tato yang pertama.

Laboratorium riset industri pertama
Setelah menjual quadruplex telegraf yang dibeli Western Union seharga $10 ribu, Edison menggunakan uang yang diperolehnya untuk membangun sebuah tempat yang sengaja akan dikhususkannya untuk terus menghasilkan serta mengembangkan produk inovasi teknologi. Tempat yang terletak di Menlo Park, New Jersey itu akhirnya berkembang menjadi laboratorium riset industri pertama di dunia.

Penyihir Menlo Park
Julukan tersebut didapat Edison setelah berhasil menemukan fonograf pada tahun 1877 sekaligus mengangkat popularitasnya. Pencapaian itu sangat tidak disangka-sangka oleh banyak orang sehingga tampak seperti sihir. Fonograf pertamanya berhasil merekam suara pada kertas timah yang mengelilingi sebuah silinder beralur. Namun kulitas suara yang dihasilkan masih buruk dan hasil rekamannya hanya bisa diputar ulang beberapa kali saja.

Listrik untuk semua
Konsep dan implementasi pembangkit tenaga listrik beserta pendistribusiannya ke rumah, kantor, dan pabrik sangat penting dalam perkembangan dunia industrialisasi modern. Edison lah yang pertama kali muncul dengan konsep itu. Pembangkit tenaga listriknya yang pertama dibangun di Manhattan Island, New York pada 1882.